Senin, 16 April 2012

Hadits Tentang Dzikir Bag. 5



Hadits ke 11
Dari Muadz bin Jabal r.a berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Tiada suatu amal pun yang dilakukan oleh seseorang yang lebih menyelamatkan dirinya dari siksa kubur kecuali Dzikrullah.”
Penjelasan
Kedasyatan siksa kubur tentunya sudah sama-sama kita ketahui terutama setelah membaca hadits-hadits yang menceritakan tentang siksa kubur.
Setiap kali Usman r.a menziarahi kubur maka beliau menangis terisak-isak sehingga janggutnya basah dengan air mata. Seseorang bertanya kepada beliau, “Tuan tidak pernah menangis ketika mendengar berita-berita tentang surga dan neraka, tetapi mengapa tuan menangis ketika menziarahi kuburan ini?”
Beliau menjawab, “Kubur adalah tempat persinggahan pertama dalam perjalanan menunju alam akhirat. Barangsiapa selamat ditempat persinggahan pertama ini, maka persinggahan-persinggahan berikutnya akan dipermudah baginya. Sebaliknya, barangsiapa gagal ditempat persinggahan pertama ini, maka ia akan menerima berbagai kesulitan dipersinggahan-persinggahan berikutnya.”
selanjutnya beliau berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Tidak pernah aku menyaksikan suatu kejadian yang lebih menakutkan daripada peristiwa yang terjadi didalam kubur.”
Siti Aisyah r.a meriwayatkan, “Setiap selepas shalat, Rasulullah saw. selalu memohon perlindungan dari siksa kubur.”
Zaid r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Aku Khawatir kamu tidak akan mengebumikan mayat-mayat karena gentar dan takut jika aku berdoa kepada Allah Swt. supaya memperlihatkan kepada kalian keadaan dan azab kubur. Setiap makhluk pernah mendengar suara siksa kubur, kecuali manusia dan jin.”
Diceritakan dalam sebuah hadits, “Suatu ketika Rasulullah saw. sedang berada dalam suatu perjalanan, tiba-tiba unta yang dikendarai beliau tidak mau melanjutkan perjalanan seolah-olah ada sesuatu yang sedang terjadi. Seseorang bertanya, “Mengapa begini ya Rasulullah?”
Rasulullah saw. bersabda, “Ada seseorang yang sedang disiksa didalam kuburnya, suara siksaan kubur itu terdengar oleh unta ini, itulah yang menyebabkan ia takut dan tidak mau berjalan.”
Suatu ketika Rasulullah saw. tiba disebuah masjid, Rasulullah melihat sekumpulan manusia yang sedang bersenda gurau sambil gelak tertawa. Kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Seandainya kamu selalu mengingat maut, sudah tentu tidak akan terjadi hal demikian ini. Tiada satu hari pun berlalu dialam kubur tanpa mengumumkan bahwa, “Aku adalah tempat penyesalan dan gundah gulana, aku adalah tempat yang sunyi dan rumah bagi binatang-binatang melata.” apabila seorang mukmin dikebumikan, maka kubur menyambutnya dengan baik dengan berkata kepadanya, “Selamat datang, alangkah baiknya kau telah datang kepadaku, diantara yang tinggal dipermukaanku, engkaulah yang paling aku cintai. Kini engkau telah diserahkan kepadaku, maka aku akan berlaku baik kepadamu.” Kemudian kubur itu diperluas sejauh mata memandang dan dibukalah untuknya pintu surga sehingga ia dapat merasakan keharuman surga itu.
Sebaliknya apabila seseorang yang berdosa dikebumikan, maka kubur menyambutnya dengan berkata, “Alangkah celaka dan naasnya kamu datang kepadaku, apa gunanya kamu datang kepadaku. Diantara mereka yang tinggal dipermukaanku engkaulah yang paling aku benci. Kini engkau telah diserahkan kepadaku, maka engkau akan melihat apa yang akan aku perbuat terhadapmu nanti.” kemudian kubur itu menghimpitnya sehingga tulang-tulang rusuknya beradu seperti bersilangnya jari-jari tangan yang tergengam satu sama lain. Kemudian sembilan puluh atau sembilan puluh sembilan ekor ular dilepaskan keatasnya. Ular-ular itu akan menyiksanya hingga hari kiamat.
Rasulullah saw. bersabda, “Sekali saja ular itu menyemburkan bisanya keatas tanah, niscaya tidak akan tumbuh lagi sehelai rumput pun dipermukaan bumi hingga hari kiamat.”
Selanjutnya Rasulullah saw. bersabda, “Kubur merupakan salah satu taman dari taman-taman surga atau salah satu lembah dari lembah-lembah neraka jahannam.”
dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah saw. melewati dua kuburan, lalu bersabda, “Kedua ahli kubur ini sedang disiksa. Seorang disiksa karena mengumpat dan seorang lagi disiksa karena tidak menjaga kebersihan ketika beristinja (buang air kecil).”
Sekarang sebagian besar umat manusia yang dikatakan modern menganggap enteng dan tidak menghiraukan soal istinja (karena meniru-meniru orang barat yang beristinja sambil berdiri dan tidak membasuhnya).
Para ulama mengatakan bahwa tidak menjaga kebersihan ketika beristinja termasuk dosa besar (maksiat kabirah). Bahkan ibnu Hajar Makki rah.a. Menulis bahwa menurut hadits yang sahih kebanyakan siksa kubur dikenakan karena tidak menjaga kebersihan dalam istinja.
Dalam hadits ini disebutkan bahwa yang pertama kali  dipersoalkan didalam kubur adalah istinja. Siksa kubur sangat pedih dan berat (semoga Allah memelihara kita daripadanya, Amin),
Sebagaimana sebagian maksiat dapat menyebabkan siksa kubur, maka ada sebagian amalan yang dapat membebaskan dari siksa kubur. Dalam beberapa hadits  disebutkan bahwa dengan membaca surat Al-Mulk setiap malam seseorang akan terhindar dari siksa kubur dan azab neraka jahannam. Demikian juga dzikrullah, ia adalah pelindung dari azab kubur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar