Senin, 16 April 2012

Hadits Tentang Dzikir Bag. 3



Hadits Ke-8
Dari Abu Hurairah dan Abu Sa'id r.a mereka menyaksikan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah duduk suatu kaum sambil berdzikir kepada Allah, kecuali para malaikat akan mengerumuni mereka, dan mereka akan dinaungi oleh rahmat, dan akan diturunkannya ke atas mereka ketenangan jiwa dan Allah Swt, membangga-banggakan mereka didepan majelis-Nya.” (Hr. Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Baihaqi)
Abu Dzar r.a. Berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Saya memberi wasiat kepadamu, yaitu bertakwalah kepada Allah karena ia adalah sumber segala urusan; hendaklah selalu membaca Al-Quran dan dzikrullah, karena dengan itu namamu akan diingat dilangit dan menyebabkan terpancarnya nur bagimu dimuka bumi; perbanyaklah waktu untuk diam, janganlah berbicara kecuali kebaikan, niscaya syetan tidak akan mengganggumu dan akan memudahkan menjalankan urusan agama; jangan terlalu banyak tertawa, karena dengan itu hatimu akan mati dan cahaya dari wajahmu akan pudar; teruslah berjihad karena itu adalah kebanggaan umatku; cintailah orang-orang miskin dan seringlah duduk bersama mereka; dan perhatikanlah keadaan kaum dhu'afa, janganlah lebih memperhatikan keadaan orang yang lebih tinggi derajatnya darimu, karena dengan ini kamu tidak dapat mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang Dia anugerahkan kepadamu; hendaklah mengukuhkan silaturrahmi dengan kaum kerabatmu walaupun mereka memutuskan hubungan denganmu; hendaklah berbicara yang benar walau terasa pahit; janganlah sekali-kali menghiraukan para pencela mengenai urusan-urusan  agama Allah. Carilah aib dirimu sendiri, janganlah sekali-kali menyebarkan kejelekan orang lain; janganlah sekali-kali memurkai seseorang karena keburukannya yang ditujukan atas dirimu sendiri. Wahai Abu Dzar, tidak ada kebijaksanaan yang lebih bernilai daripada tindakan yang sewajarnya, sebaik-baiknya taqwa ialah menjauhi segala larangan dan tidak ada kemuliaan yang setimpal dengan akhlak yang sempurna.
Penjelasan
“Sakinah” adalah ketenangan dan ketentraman atau bisa berarti rahmat yang khusus. Penafsirannya yang tepat telah kami secara ringkas dalam kitab fadhilah Quran.
Imam nawawi rah.a. Berkata, “Sakinah ialah sesuatu yang sangat istimewa yang meliputi ketenangan, ketentraman, rahmat, kesejahteraan, dan lain-lain yang diturunkan bersama-sama para malaikat.
Allah Swt. membanggakan (amalan-amalan manusia atau kepatuhan dan ketaatannya) dihadapan para malaikat karena beberapa sebab. Pertama, ketika Allah Swt. menjadikan Adam a.s. Para malaikat pernah berkata bahwa manusia akan membuat kerusakan didunia seperti telah diuraikan pada hadits pertama diatas. Kedua, walaupun para malaikat senantiasa beribadah, menghambakan diri dan taat, hal itu karena pada diri para malaikat tidak diberikan nafsu yang mengarah kepada kemaksiatan dan kedurhakaan, sedangkan pada kejadian manusia telah diletakkan dua unsur tersebut. Manusia juga diliputi oleh kelalaian, kedurhakaan, kemaksiatan, hawa nafsu, syahwat dan lain-lain. Oleh sebab itu, ibadah dan ketaatan manusia yang dilakukan melalui perjuangan untuk menghindarkan diri dari kemaksiatan, nilainya lebih utama dan terpuji disisi Allah Swt.
Dalam sebuah hadits disebutkan :
“Ketika Allah Swt. telah menjadikan surga, dia memerintahkan malaikat Jibril a.s dengan berkata kepadanya, 'Pergilah engkau dan lihat surga itu.' setelah ia kembali dari melihat surga, ia berkata, 'Ya Allah, demi kemuliaan-Mu, siapa saja yang mengetahuinya pasti akan berusaha untuk mendapatnya, yakni kenikmatan, kesenangan, kegembiraan, kemewahaan, dan berbagai nikmat yang disediakan didalamnya, jika diketahuinya, maka tidak ada seorang pun yang tidak akan berusaha mendapatkannya.' kemudian Allah menyelubungi surga itu dengan berbagai kesukaran untuk memperolehnya, yakni dengan meletakkan berbagai shalat seperti shalat, puasa, jihad, haji dan sebagainya.Barang siapa memenuhi syarat-syarat tersebut, maka hanya mereka saja yang berhak memasuki surga. Lalu Allah memerintahkan, malaikat Jibril, 'Kini pergilah  dan saksikan lagi' Setelah menyaksikan  ia kembali seraya berkata, 'Kini aku khawatir tidak ada seorang pun yang  yang dapat memasukinya. 'Demikian juga ketika Allah menjadikan neraka Jahanam, Allah menyuruh malaikat Jibril a.s pergi dan melihatnya. Ia melihat azab dan berbagai penderitaan yang sediakan di dalamnya. Lalu Jibril berkata 'Ya Allah, demi kekuasaan-Mu, barangsiapa yang mengetahui keadaannya yang sangat dahsyat ini maka sudah pasti tidak ada yang berani menghampirinya. Kemudian Allah swt menyelebungi neraka Jahanam itu dengan berbagai (kesenangan dunia) dan kejahatan yakni dengan perzinahan, minuman yang memabukan, kezhaliman, keangkuhan, kesombongan terhadap perintah-perintah Allah, dan sebagainya. Lalu Allah menyuruh malaikat Jibril , 'Kini pergilah dan lihat lagi.' Setelah melihatnya Jibril kembali lalu berkata, 'Ya Allah, kini aku khawatir tidak seorangpun yang selamat darinya.'”
Dalam mentaati Allah, manusia diliputi oleh berbagai rintangan dan godaan. Karena Allah membangga-banggakan manusia yang taat kepada-Nya.
Para malaikat yang disebutkan dalam hadits ini dan beberapa hadits yang semakna dengannya, ialah sekumpulan malaikat yang dipilih dan ditugaskan untuk mencari dan menghadiri majlis-majlis dzikrullah  yang diselenggarakan untuk memuji dan membicarakan kebesaran Allah.
Diriwayatkan dalam sebuah hadits, bahwa ada serombongan malaikat berjalan ke sana kemari, ketika mereka melihat majlis dzikrullah, mereka memanggil rekan-rekan mereka “datanglah, di sinilah maksud kalian akan terpenuhi.” Lalu mereka pun berkumpul sehingga perkumpulan mereka itu menjulang ke langit. Sebagaimana yang akan diterangkan di dalam uraian hadits ke empat belas, pasal dua, bagian kedua kitab ini.
Hadits ke-9
dari Muawiyah r.a sesungguhnya Rasulullah saw suatu ketika keluar menemui satu halaqah (majelis)  para sahabat, lalu Rasulullah saw bertanya kepada mereka. “Mengapa kalian duduk di sini?” Mereka menjawab, “Kami menyebut Allah dan memuji-Nya atas nikmat agama islam yang telah  dilimpahkan kepada kami.” Rasulullah saw bersabda, “Demi Allah hanya karena itukah kalian duduk disini? Mereka menjawab, 'Demi Allah hanya karena itulah kami duduk.” Rasulullah saw bersabda, “Aku tak akan meminta kalian bersumpah atau aku hendak berburuk sangka terhadap kalian, namun malaikat Jibril telah mendatangiku dan memberi kabar bahwa Allah swt sangat membanggakan kalian di depan para malaikat.” (Hr. Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Muslim, Tirmidzi, dan Nasi)
Penjelasan :
Kalimat 'saya bersumpah lalu bertanya' maksudnya adalah untuk memberikan perhatian dan penekanan. Mungkin saja ada sesuatu yang istimewah selain itu yang menyebabkan Allah swt mambanggakannya. Akan tetapi sekarang kita telah mengetahui bahwa dzikrullah yang menyebabkan kebanggaan Allah swt Betapa bahagianya mereka yang amal kebaikannya telah dikabulkan dan di pujian mereka terhadap Allah swt sangat dibanggakan. Berita gembira itu langsung disampaikan oleh Allah swt sendiri melalui lisan Rasulullah saw. Di dunia pun telah dapat diketahui, mengapa tidak? Karena mereka memang berhak untuk dibanggakan. Bagaimana tidak, amal perbuatan mereka sungguh sepadan dengan perjuangan mereka (yang mengagumkan), seperti yang telah dinukilkan secara ringkas di dalam kitab kami 'Hikayat Para sahabat'.
Mulla Ali Qari rah.a berkata, “maksud Allah swt membanggakan manusia kepada para malaikat-Nya adalah, karena sungguhpun nafsu,keinginan syahwat, syetan dan keperluan-keperluan dunia selalu menyertai manusia, namun mereka tetap sibuk dengan dzikrullah. Hambatan-hambatan itu tidak menghalangi mereka dari dzikrulla, mengingat serta memuji Allah. Oleh karena itu puji-pujian yang dilakukan para malaikat tidaklah sebanding dengan dzikir dan tasbih yang dilakukan oleh manusia. (Sumber Himpunan Kitab Fadhail Amal Hal 129-133)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar